Logo Bloomberg Technoz

Nasib Rupiah Kala Perang Meluas & Data Ekonomi Tak Sesuai Harapan

Tim Riset Bloomberg Technoz
03 March 2026 07:18

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) melemah terbatas pagi ini, setelah dibuka stagnan pada level yang sama dengan penutupan pasar kemarin. Tekanan eksternal masih membayangi, sementara sentimen domestik belum cukup kuat untuk menopang. 

Pada perdagangan hari ini, Selasa (3/3/2026), rupiah di pasar offshore terdepresiasi tipis 0,08% ke posisi Rp16.895/US$. Kemarin, rupiah sempat tergerus 0,46% dan berada di level Rp16.881/US$, nilai yang sama dalam level pembukaan pagi ini. 

Di sisi global, indeks dolar AS masih menguat sebesar 0,79% di level 98,38. Meski begitu, pagi ini beberapa mata uang di benua Asia mampu membalikkan arah dengan penguatan terbatas.


Misalnya, dolar Singapura menguat 0,09%, yuan offshore China 0,09%, dan yen Jepang menguat terbatas 0,03%. Di pasar yang sudah buka, won Korea Selatan tergerus 1,39% disusul ringgit Malaysia menyusut 0,01%.

Pergerakan mata uang Asia pada Selasa pagi (3/3/2026), pukul 07.10. (Bloomberg)

Alarm Risk-Off dan Tekanan Modal Asing