Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Nyaris Rp17.900/US$, Saham Properti dan Farmasi Anjlok

Muhammad Julian Fadli
02 June 2026 17:08

Rupiah terlemah di Asia, imbas sentimen burden sharing BI (Diolah berbagai sumber)
Rupiah terlemah di Asia, imbas sentimen burden sharing BI (Diolah berbagai sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang tahun 2026. Kurs acuan Bank Indonesia JISDOR pada 2 Juni berada di Rp17.863, dari sebelumnya Rp16.720 pada penutupan 2025.

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terus bergulir sepanjang tahun dengan pelemahan mencapai 6,44% year–to–date/ytd, imbas sentimen eksternal yang jadi penyebab utama. Terbaru, harapan ketegangan di Timur Tengah yang digadang–gadang bakal segera mereda sepertinya kembali pudar setelah sinyal yang saling bertolak belakang dari AS dan Iran.

Rupiah Year to Date Tahun 2026 (Bloomberg)

Analis juga mengutarakan rupiah berpotensi melanjutkan tren pelemahan. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa lanjut melemah, imbas ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang masih akan membayangi upaya pemerintah untuk mendorong posisi rupiah di pasar.


“Untuk rupiah ada kemungkinan besar ini akan menuju Rp18.150 per dolar AS di minggu pertama Juni,” kata Ibrahim seperti dikutip dari keterangannya.

Mencermati lebih lanjut, sinyal pelemahan rupiah juga sudah mulai terasa. Kontrak Non Deliverable Forward (NDF) rupiah 1 bulan sudah menyentuh Rp17.920/US$ di pasar New York, Selasa (2/6/2026), mengutip Bloomberg.