Logo Bloomberg Technoz

Tolak Wamil, Warga Yahudi Ultra-Ortodoks Blokade Jalanan Israel

Redaksi
02 June 2026 11:40

Warga Israel demo menentang pemerintah di Tel Aviv, Israel, Sabtu (7/9/2024). (David Lombeida/Bloomberg)
Warga Israel demo menentang pemerintah di Tel Aviv, Israel, Sabtu (7/9/2024). (David Lombeida/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Puluhan ribu warga Yahudi ultra-Ortodoks menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di berbagai wilayah Israel. Berdasarkan laporan The Associated Press (AP), para demonstran memblokade sejumlah ruas jalan raya dan jalur kereta api sebagai bentuk protes menolak undang-undang wajib militer bagi kelompok mereka.

Aksi protes ini melumpuhkan jalan-jalan tol utama. Kerumunan massa yang masif di Yerusalem dan kawasan metropolitan Tel Aviv juga memaksa operasional transportasi umum berhenti total.

Sejumlah demonstran tampak membawa poster berisi kecaman terhadap Israel. Di antara poster tersebut tertulis, "Kami lebih memilih mati sebagai orang Yahudi daripada hidup sebagai Zionis" dan "Kami menolak mengabdi pada tentara demi agama Zionis."


Secara aturan, dinas militer merupakan hal yang wajib bagi sebagian besar pria dan wanita Yahudi di Israel. Kendati demikian, partai-partai politik ultra-Orthodox yang memiliki pengaruh kuat berhasil memenangkan dispensasi hukum, yang memungkinkan para pengikutnya melewatkan wajib militer demi belajar di seminari keagamaan.

Namun, hak istimewa tersebut kini berada di bawah ancaman. Dihadapkan pada krisis kelangkaan prajurit yang parah akibat perang di berbagai lini, militer Israel kini berencana memperpanjang masa dinas wajib militer.