Data Inflasi: Alarm Lonjakan Biaya Hidup Kembali Menyala
Tim Riset Bloomberg Technoz
02 March 2026 16:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Alarm lonjakan biaya hidup kembali menyala. Hari ini (2/3/2026), Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi yang tercatat melonjak dari angka ramalan para ekonom. Di saat yang sama, inflasi inti secara tahunan relatif terkendali.
Pada Februari 2026, inflasi mencapai 4,76% secara tahunan (year-on-year/yoy), melonjak dari 3,55% pada Januari dan lebih rendah dari proyeksi ekonomi yang memperkirakan di angka 4,3%.
Jika merinci data dari BPS, kenaikan harga terjadi pada tiga kelompok besar.
Pertama, komponen inti seperti barang dan jasa yang mencerminkan kondisi ekonomi sehari-hari, seperti makanan di restoran, pakaian, jasa rumah tangga, perawatan pribadi, hiburan dan rekreasi. Kelompok ini hanya naik 2,63%. Artinya, kenaikan harga pada kelompok ini relatif normal dan masih bisa dikatakan cukup terkendali.
Kedua, komponen barang dan jasa yang harganya diatur pemerintah. Seperti tarif listrik atau harga energi. Kelompok ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan, sebesar 12,66% dalam setahun. Jika dibedah lagi, ternyata komponen energi melonjak 22,18% secara tahunan.

























