Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Menguat 1,11% di Akhir Perdagangan Saham

Muhammad Julian Fadli
02 June 2026 18:10

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Selasa (2/6/2026) di zona hijau dengan mencatat penguatan yang optimistis. IHSG ditutup menguat 1,11% di posisi 6.195,42.

Dengan melesatnya posisi tersebut, IHSG mencatat kenaikan tertinggi nomor enam di Bursa Asia, berdasarkan data Bloomberg, bersanding dengan Hang Seng (Hong Kong) yang menguat 2,52%, PSEi (Filipina) 1,95%, CSI 300 (China) 1,4%, SETI (Thailand) 1,26%, dan Straits Times (Singapura) yang menguat 1,18%.

IHSG Penutupan Sesi II pada Selasa 2 Juni 2026 (Bloomberg)

IHSG memang sudah memperlihatkan tanda–tanda penguatan dengan sempat menyentuh level tertinggi hingga 6.264. Adapun level terendah 6.143.


Volume transaksi tercatat mencapai 31,25 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp25,47 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 2,57 juta kali diperjualbelikan.

Adapun sebanyak 281 saham mengalami penguatan di zona hijau, dan hanya 389 saham melemah. Sedangkan lainnya 147 saham tidak bergerak.

Penyebab IHSG Menguat