Logo Bloomberg Technoz

Studi Global: 16% Diagnosis Kanker Hilang Selama Pandemi Covid

News
02 June 2026 17:40

Pemeriksaan Covid-19. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Pemeriksaan Covid-19. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Jason Gale - Bloomberg News

Bloomberg, Sekitar 55.000 kasus kanker tidak terdiagnosis di tujuh negara berpendapatan tinggi selama sembilan bulan pertama pandemi Covid-19, menyoroti sejauh mana lockdown dan gangguan pada sistem kesehatan memengaruhi layanan medis rutin, menurut sebuah studi.

Diperkirakan 16% dari diagnosis kanker yang seharusnya terjadi di Australia, Kanada, Denmark, Irlandia, Selandia Baru, Norwegia, dan Inggris tidak tercatat antara April hingga Desember 2020 dibandingkan dengan tren sebelum pandemi. Penurunan terbesar terjadi pada diagnosis kanker prostat, yang 24% lebih rendah dari perkiraan, diikuti oleh kanker payudara pada perempuan dan melanoma, yang masing-masing turun 18%. Sementara itu, kanker paru-paru dan kanker ovarium terdampak lebih ringan, kata para peneliti dari International Agency for Research on Cancer di Lyon, Prancis.


Studi yang dipublikasikan pada Senin di The Lancet Oncology tersebut merupakan salah satu penilaian internasional terbesar mengenai dampak pandemi terhadap diagnosis kanker, dengan menggunakan data dari 2,6 juta pasien di 18 yurisdiksi. Para peneliti menemukan perbedaan yang signifikan antarnegara, dengan Norwegia dan Selandia Baru mengalami penurunan yang lebih kecil serta pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan Inggris dan Irlandia. Temuan ini menunjukkan bahwa ketahanan sistem kesehatan serta keberlanjutan layanan skrining dan diagnosis memainkan peran penting.

Menurut para peneliti, temuan tersebut memberikan pelajaran bagi pemerintah yang ingin membuat sistem perawatan kanker lebih tangguh dalam menghadapi keadaan darurat kesehatan masyarakat di masa depan.