Logo Bloomberg Technoz

Membaca Inversi Yield SUN: Ada Risiko, Tapi Belum Tentu Resesi

Redaksi
02 June 2026 14:15

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan yield di pasar obligasi pada perdagangan Selasa (2/6/2026) siang menunjukkan hal yang tidak biasa.

Pergerakan yield Surat Utang Negara (SUN) tenor pendek 1 tahun yang kini sudah berada di 7,09%, sementara tenor 10 tahun masih di kisaran 6,69%. Tingkat imbal hasil tenor 1 tahun pada hari ini berada di posisi tertinggi sejak 2018.

kurva imbal hasil tenor 1 tahun melonjak naik tembus 7%. (Bloomberg)

Dalam kondisi normal, situasinya seharusnya berkebalikan. Investor biasanya meminta kompensasi lebih besar untuk mengunci dana dalam jangka waktu yang lebih lama karena risiko yang dihadapi juga lebih besar.


Karena itu, yield obligasi tenor panjang umumnya berada di atas tenor pendek. Ketika pola tersebut berbalik, pasar menyebutnya sebagai inverted yield curve atau inversi kurva imbal hasil.

Dalam sejarah ekonomi modern, inversi kurva yield kerap menjadi sinyal awal perlambatan ekonomi. Di Amerika Serikat (AS), hampir setiap resesi sejak dekade 1970-an didahului oleh inversi kurva yield US Treasury.