BPS: Defisit Neraca Dagang RI ke China Kian Dalam
Mis Fransiska Dewi
02 June 2026 18:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan China menjadi negara penyumbang defisit perdagangan nonmigas terbesar bagi Indonesia sepanjang Januari–April 2026. China sendiri merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menjelaskan defisit dagang dengan China pada Januari hingga April 2026 mencapai US$7,59 miliar. Defisit tersebut lebih dalam dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 mencapai US$6,28 miliar.
“Jadi pada April 2026 Indonesia masih surplus sebesar US$0,09 miliar. Ini adalah surplus terendah selama 72 bulan terakhir dan defisit dengan Tiongkok pada Januari hingga April 2026 adalah sebesar US$7,59 miliar,” kata Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).
Di sisi lain, dia mengatakan kontribusi China dalam defisit nonmigas Indonesia selama periode ini mencapai US$8,03 miliar. Defisit nonmigas dengan China terutama berasal dari impor berbagai produk manufaktur.
Sepanjang Januari-April 2026, China mencatatkan impor terbesar ke Indonesia dengan nilai mencapai US$30,79 miliar atau berkontribusi 41,84% terhadap total impor non-migas nasional.


























