Logo Bloomberg Technoz

Kementan Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Sapi Perah Impor Naik

Merinda Faradianti
02 June 2026 14:10

Pekerja memerah susu sapi di peternakan sapi perah kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja memerah susu sapi di peternakan sapi perah kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada biaya impor sapi perah. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian, Makmun, dalam kegiatan Hari Susu Nasional 2026.

Ia mengatakan, sapi perah bunting masih banyak didatangkan dari luar negeri untuk mendukung pengembangan industri susu nasional. Dengan demikian, kenaikan harga impor sapi perah tidak terlepas dari pergerakan kurs dolar yang terjadi dalam setahun terakhir.

“Terkait dengan kenaikan [nilai tukar dolar AS terhadap rupiah] ini, tahun lalu impor harganya Rp45 juta per ekor sapi perah bunting. Sekarang naik, tapi tidak sampai Rp50 juta,” kata Makmun, Selasa (2/6/2026).


Menurutnya, perubahan nilai tukar membuat harga pengadaan sapi perah dari negara pemasok menjadi lebih mahal dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan investasi bagi pelaku usaha yang tengah melakukan program penambahan populasi sapi perah nasional.