Logo Bloomberg Technoz

Indodana Perkuat Tata Kelola Humanis di Fintech Lending


Ilustrasi financial technology peer-to-peer (fintech p2p) lending atau pinjaman online. (Dok Bloomberg)
Ilustrasi financial technology peer-to-peer (fintech p2p) lending atau pinjaman online. (Dok Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Industri fintech lending di Indonesia memasuki fase baru yang ditandai dengan meningkatnya perhatian terhadap tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen. Di tengah dinamika pertumbuhan layanan keuangan digital, indikator keberhasilan sebuah platform tidak lagi semata diukur dari ekspansi pengguna, tetapi juga dari kualitas sistem, kepatuhan terhadap regulasi, serta pendekatan yang dijalankan kepada masyarakat.

Indodana Fintech dan Indodana Finance menjadi salah satu pelaku industri yang menempatkan kepatuhan sebagai fondasi utama operasional. Sebagai perusahaan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan, kedua entitas ini menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis hanya dapat dicapai melalui sistem yang tertib, transparan, dan berorientasi pada perlindungan pengguna.

Pendekatan tersebut tercermin dari cara perusahaan membangun standar operasional di seluruh lini layanan. Dalam konteks fintech lending yang sensitif terhadap isu penagihan, Indodana memosisikan proses collection sebagai bagian integral dari manajemen risiko, bukan sekadar fungsi administratif. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan keseimbangan antara pemenuhan kewajiban pengguna dan penghormatan terhadap aspek kemanusiaan.

Prinsip Service Excellence menjadi landasan dalam menjaga relasi dengan pengguna. Pengingat kewajiban pembayaran dilakukan dengan pendekatan humanis dan edukatif, terutama bagi pengguna yang menghadapi kendala finansial. Melalui komunikasi yang empatik, perusahaan membuka ruang dialog dua arah untuk mencari solusi yang realistis dan bertanggung jawab.

Dalam operasionalnya, Indodana Fintech dan Indodana Finance menerapkan Standar Operasional Prosedur yang ketat sesuai arahan regulator. Tim penagihan, baik Desk Collection maupun Field Collection, telah melalui pelatihan intensif yang menekankan integritas, kepatuhan, serta kemampuan komunikasi yang beretika. Fokus utama tidak hanya pada penyelesaian pembayaran, tetapi juga pada upaya menjaga reputasi kredit pengguna.

Proses pengingat kewajiban pembayaran dilakukan secara terstruktur dan terdokumentasi. Notifikasi awal disampaikan melalui aplikasi sebagai kanal utama interaksi digital. Menjelang jatuh tempo, komunikasi dilanjutkan melalui saluran telepon operator dalam jam operasional yang telah ditetapkan. Seluruh proses dijalankan sesuai kode etik yang berlaku di industri.

Ketika kewajiban melewati jatuh tempo, perusahaan tetap mengedepankan komunikasi sebagai langkah awal. Kesepahaman mengenai waktu pembayaran menjadi prioritas sebelum tahapan lanjutan dilakukan. Kunjungan lapangan hanya dilakukan setelah melalui proses verifikasi data dan konfirmasi kontak, guna memastikan setiap langkah dijalankan secara tepat dan bertanggung jawab.

Keamanan Data dan Literasi Keuangan Jadi Pilar Utama

Di tengah meningkatnya konektivitas layanan keuangan digital, keamanan data menjadi aspek krusial dalam menjaga kepercayaan publik. Indodana Fintech dan Indodana Finance menegaskan bahwa seluruh data pengguna dilindungi melalui sistem enkripsi yang sesuai dengan standar dan regulasi OJK. Infrastruktur ini dirancang untuk menjaga kerahasiaan dan integritas data sejak tahap pengajuan hingga komunikasi pengingat kredit.

Perlindungan data tidak hanya dipandang sebagai kewajiban regulasi, tetapi juga sebagai fondasi kepercayaan jangka panjang. Dengan sistem yang aman, pengguna dapat berinteraksi dengan layanan keuangan digital tanpa kekhawatiran terhadap penyalahgunaan informasi pribadi. Hal ini menjadi semakin relevan di tengah maraknya isu kebocoran data di sektor digital.

Komitmen perusahaan juga terlihat dari upaya konsisten dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Edukasi mengenai penggunaan dana tunai dan pembiayaan secara bijak dilakukan baik secara offline maupun online. Program ini menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menjaga kelancaran pembayaran sebagai bagian dari pengelolaan profil keuangan yang sehat. Indodana menekankan bahwa kewajiban pembayaran bukan sekadar urusan administratif, tetapi berpengaruh langsung terhadap skor kredit dan akses ke layanan keuangan di masa depan.

Dalam konteks perlindungan konsumen, perusahaan juga mengingatkan masyarakat untuk hanya berinteraksi melalui kanal resmi. Pengguna maupun non-pengguna diimbau tidak memberikan data sensitif seperti OTP, Nomor Induk Kependudukan, alamat domisili, dan data pribadi lainnya kepada pihak yang mengatasnamakan perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan penipuan yang kerap memanfaatkan nama layanan keuangan digital.

Pendekatan menyeluruh yang mengintegrasikan teknologi, kepatuhan regulasi, dan nilai kemanusiaan menunjukkan arah baru praktik fintech yang bertanggung jawab. Di tengah ekspektasi publik yang semakin tinggi, kepercayaan hanya dapat dijaga melalui konsistensi dalam menjalankan prosedur dan keterbukaan dalam berkomunikasi dengan pengguna.

Sebagaimana ditegaskan dalam komitmen perusahaan, “Indodana Fintech dan Indodana Finance memegang integritas dan empati dalam menjalin relasi dengan pengguna dan menjamin seluruh prosedur dijalankan secara profesional dan sesuai regulasi, sembari terus memberikan literasi kepada pengguna agar dapat menjaga kesehatan profil finansial mereka dan dapat memanfaatkan layanan keuangan dengan bijak dan bertanggung jawab.”

Langkah-langkah tersebut menegaskan bahwa masa depan industri fintech lending tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam membangun tata kelola yang kuat dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan pendekatan ini, Indodana menempatkan diri sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital yang sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.