Umrah Mandiri Menguat, tiket.com Catat Lonjakan Akomodasi

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perjalanan ke Arab Saudi sepanjang 2025 menunjukkan perubahan signifikan dalam cara masyarakat Indonesia merencanakan ibadah umrah. Data dari tiket.com mencatat pertumbuhan pemesanan akomodasi di Arab Saudi sebesar 29 persen secara year-on-year dibandingkan periode umrah 2024. Angka ini mencerminkan meningkatnya minat jamaah untuk mengatur perjalanan secara mandiri dan lebih fleksibel.
Peningkatan tersebut tidak hanya menunjukkan pertumbuhan permintaan, tetapi juga perubahan perilaku konsumen. Jamaah kini lebih aktif menentukan pilihan hotel berdasarkan lokasi, kenyamanan, serta kesesuaian anggaran. Akomodasi tidak lagi dipilih sebagai paket tetap, melainkan sebagai bagian dari strategi perjalanan yang disusun sendiri.
Transformasi ini sejalan dengan terbukanya akses layanan umrah berbasis digital. Pemerintah Arab Saudi menghadirkan platform resmi Nusuk yang memungkinkan jamaah mengurus visa, memilih hotel, hingga mengatur layanan ibadah secara mandiri. Digitalisasi ini memberi ruang lebih besar bagi jamaah untuk merencanakan perjalanan sesuai kebutuhan personal.
Di sisi lain, Indonesia juga memperkuat regulasi keberangkatan umrah. Melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, pemerintah menegaskan tata kelola yang lebih aman dan transparan. Regulasi ini bertujuan memastikan keberangkatan jamaah tercatat secara resmi serta terlindungi dari praktik ilegal yang merugikan.
SVP of Accommodation tiket.com, Cisyelya Bunyamin, menilai perubahan ini sebagai refleksi kebutuhan jamaah modern. “Perjalanan umrah adalah momen yang sangat personal. Kami melihat semakin banyak masyarakat yang ingin punya kendali lebih dalam merencanakan perjalanan ibadah mereka sendiri. Sebagai OTA yang customer-centric, tiket.com ingin hadir untuk membantu calon jamaah dalam mengakses kebutuhan perjalanan secara praktis, mulai dari tiket pesawat hingga pilihan akomodasi yang beragam,” ujarnya.
Pendekatan mandiri ini mendorong jamaah untuk memahami setiap tahapan perjalanan. Mulai dari memastikan paspor masih berlaku, melengkapi vaksinasi wajib seperti meningitis dan polio, hingga memiliki sertifikat e-ICV. Seluruh proses tersebut menjadi bagian penting sebelum mendaftarkan akun Nusuk dan mengajukan visa umrah.
Setelah administrasi terpenuhi, pemesanan tiket pesawat dan hotel menjadi langkah berikutnya. Banyak jamaah memilih untuk menentukan akomodasi lebih awal karena faktor lokasi sangat berpengaruh terhadap kenyamanan selama beribadah. Kedekatan hotel dengan Masjidil Haram atau Masjid Nabawi menjadi pertimbangan utama.
Akomodasi Jadi Titik Awal Perencanaan Umrah
Dalam skema umrah mandiri, hotel sering menjadi fondasi perencanaan perjalanan. tiket.com mencatat bahwa konsumen cenderung memulai dari akomodasi, lalu menyesuaikan jadwal penerbangan serta durasi tinggal. Pola ini mencerminkan kebutuhan fleksibilitas yang semakin tinggi.
Sejumlah hotel di Makkah menjadi pilihan favorit jamaah Indonesia. Anjum Hotel Makkah, misalnya, menawarkan akses sekitar 5 hingga 7 menit berjalan kaki ke Masjidil Haram dengan harga mulai dari Rp3,6 juta per malam. Kamar yang luas dan pilihan pemandangan menjadi daya tarik utama.
Sheraton Makkah Jabal Al Kaaba Hotel juga diminati karena fasilitas modern dan standar layanan internasional. Hotel ini berjarak sekitar 7 hingga 8 menit berjalan kaki ke Masjidil Haram dan dibanderol mulai dari Rp4,3 juta per malam. Kombinasi kenyamanan dan lokasi strategis menjadi nilai tambah.
Bagi jamaah yang mengutamakan jarak terdekat, Swissotel Al Maqam Makkah di kompleks Abraj Al Bait menawarkan akses 2 hingga 3 menit berjalan kaki. Terhubung langsung dengan Clock Tower Mall, hotel ini dipasarkan mulai dari Rp5,2 juta per malam. Swissotel Makkah juga menawarkan keunggulan serupa dengan harga mulai Rp5,3 juta per malam.
Cisyelya menambahkan, “Kami melihat banyak konsumen memulai perencanaan dari sisi akomodasi terlebih dahulu karena faktor lokasi dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama. Dari situ, mereka menyesuaikan tiket pesawat dan durasi perjalanan. Ini menunjukkan adanya pola baru dalam merencanakan umrah yang lebih fleksibel.”
Untuk mendukung perencanaan tersebut, tiket.com menghadirkan promo Tiket Hari Raya yang berlangsung sejak 16 Februari 2026. Melalui program ini, konsumen dapat menikmati diskon hingga 50 persen serta instant cashback sampai Rp700.000 untuk berbagai kebutuhan perjalanan.
Promo ini mencakup tiket transportasi, akomodasi, hingga layanan pendukung seperti car rental dan airport transfer. Strategi ini dirancang untuk membantu jamaah menekan biaya tanpa mengurangi kenyamanan perjalanan ibadah.
Selain hotel, tiket pesawat menjadi komponen krusial dalam umrah mandiri. tiket.com menawarkan harga penerbangan pulang-pergi ke berbagai kota di Arab Saudi. Rute Jakarta Riyadh dibanderol mulai Rp8,4 juta, sementara Surabaya Jeddah mulai Rp9,4 juta.
Rute Jakarta Jeddah dan Medan Jeddah masing-masing ditawarkan mulai Rp9,5 juta. Untuk jamaah yang memilih Madinah sebagai pintu masuk, penerbangan Jakarta Madinah tersedia mulai Rp12,1 juta. Pilihan ini memberi fleksibilitas dalam menyusun rute ibadah.
Khusus pembelian tiket pesawat ke Arab Saudi, tiket.com juga menyediakan kode promo FLYMEA dengan instant cashback hingga Rp1 juta. Penawaran ini memperkuat posisi tiket.com sebagai mitra perjalanan bagi jamaah yang menginginkan kemudahan dan efisiensi biaya.
Sebagai pionir OTA di Indonesia sejak 2011, tiket.com terus memperluas layanan perjalanan. Berafiliasi dengan Blibli sejak 2017 dan menjadi anak usaha terkonsolidasi pada 2021, tiket.com berada dalam ekosistem omnichannel Blibli Tiket. Sinergi ini memperkuat layanan terintegrasi bagi pelanggan.
Dengan pertumbuhan pemesanan yang signifikan dan dukungan digital yang semakin matang, tren umrah mandiri diproyeksikan terus meningkat. Perubahan ini menandai babak baru perjalanan ibadah yang lebih personal, fleksibel, dan berbasis teknologi.





























