Cadangan devisa Indonesia tercatat US$154,6 miliar pada akhir Januari 2026, yang tetap berada di atas standar kecukupan internasional mungkin memberikan bantalan jangka pendek.
Akan tetapi, dalam rezim mobilitas modal yang tinggi, stabilitas nilai tukar lebih ditentukan oleh ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan dan risiko eksternal daripada oleh posisi cadangan semata.
Sehingga langkah BI agaknya juga perlu memastikan normalisasi moneter ke depan tidak mengorbankan kepercayaan investor terhadap aset domestik.
Sementara itu, indeks dolar AS bertahan di kisaran 98, didukung oleh data ekonomi AS yang relatif solid serta pernyataan bernada hawkish dari pejabat bank sentral AS, yang membatasi penguatan lebih lanjut pada rupiah.
Menguatnya dolar AS tak hanya membatasi penguatan rupiah, tapi juga berdampak pada pergerakan mata uang Asia pada sore ini yang lebih dominan bergerak di zona merah. Rupee India tercatat susut paling banyak 0,33%, disusul peso Filipina 0,26%, yen Jepang 0,24%, dolar Singapura 0,07%.
(dsp/aji)





























