Logo Bloomberg Technoz

Berikut keunggulan dan risiko dari investasi perak yang dirangkum Bloomberg Technoz dari berbagai sumber.

Harga Lebih Terjangkau

Dibandingkan emas, harga perak relatif lebih rendah sehingga memungkinkan investor dengan modal terbatas memiliki aset fisik logam mulia. Kondisi ini dinilai ideal bagi masyarakat yang baru memulai diversifikasi portofolio investasi.

Akses yang lebih mudah membuat perak menjadi pilihan realistis untuk membangun kepemilikan aset riil secara bertahap tanpa memerlukan dana besar di awal.

Permintaan Industri yang Tinggi

Melansir informasi dari Sahabat Pegadaian, nilai perak didorong oleh kebutuhan sektor riil yang terus tumbuh. Penggunaan perak dalam teknologi hijau memberikan potensi apresiasi nilai jangka panjang yang menarik.

Permintaan dari sektor energi terbarukan, khususnya panel surya, memperkuat posisi perak sebagai komoditas strategis di era transisi energi global.

Likuiditas Global

Perak termasuk aset yang sangat likuid dan diperdagangkan secara luas di pasar internasional. Investor memiliki fleksibilitas untuk menjual kembali kepemilikan peraknya melalui lembaga keuangan resmi.

Likuiditas global ini memberikan rasa aman karena aset dapat dicairkan relatif cepat ketika dibutuhkan.

Risiko Volatilitas

Mengutip data dari Galeri24, harga perak cenderung memiliki volatilitas yang lebih tinggi daripada emas. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh dinamika industri global serta pergerakan spekulasi pasar komoditas.

Volatilitas yang lebih tajam dapat menghadirkan peluang keuntungan lebih besar, namun juga meningkatkan risiko kerugian dalam jangka pendek.

Selisih Harga Lebih Lebar

Investor juga perlu memperhatikan adanya spread atau selisih harga jual dan beli yang lebih lebar dibandingkan emas. Kondisi ini membuat perak lebih cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang.

Perdagangan jangka pendek berpotensi kurang optimal karena selisih harga dapat menggerus margin keuntungan.

Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Harga

Pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga perak di pasar domestik. Selain itu, kondisi inflasi global turut memberikan dampak signifikan terhadap dinamika harga.

Calon investor disarankan mencermati tren ekonomi makro sebelum mengambil keputusan investasi. Analisis terhadap siklus harga dan sentimen pasar menjadi kunci dalam meminimalkan risiko.

Cara Aman Memulai Investasi Perak

Seorang pekerja memamerkan bijih perak dan emas./Bloomberg-Edinson Arroyo

Pilih Lembaga Resmi

Untuk menjamin keamanan transaksi, pembelian sebaiknya dilakukan melalui institusi terpercaya seperti Pegadaian atau butik emas resmi. Langkah ini penting untuk memastikan keaslian dan kadar perak yang dibeli.

Kepercayaan terhadap lembaga penjual menjadi fondasi utama dalam menghindari risiko penipuan atau produk tidak sesuai standar.

Tentukan Jenis Produk

Investor dapat memilih perak dalam bentuk batangan atau lantakan untuk tujuan investasi murni. Alternatif lain adalah perhiasan dengan kadar tertentu yang juga memiliki nilai jual kembali.

Pemilihan jenis produk sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan serta strategi penyimpanan yang dimiliki.

Gunakan Kanal Digital atau Offline

Bersumber dari Sahabat Pegadaian, transaksi kini dapat dilakukan langsung di outlet maupun melalui aplikasi layanan digital. Kemudahan ini memungkinkan investor memantau pergerakan harga secara real time.

Akses digital juga membantu proses pembelian dan penjualan menjadi lebih efisien tanpa harus selalu datang ke lokasi fisik.

Siapkan Penyimpanan Aman

Karena berbentuk fisik, perak memerlukan sistem penyimpanan yang aman. Investor dapat menggunakan brankas pribadi atau memanfaatkan layanan penitipan barang berharga seperti SDB.

Langkah ini penting untuk meminimalkan risiko kehilangan atau kerusakan aset.

Strategi Disiplin untuk Jangka Panjang

Dengan strategi disiplin dan pemahaman terhadap siklus harga, perak berpotensi menjadi aset pelengkap yang solid dalam menjaga nilai kekayaan. Instrumen ini dapat membantu melindungi daya beli dari tekanan inflasi.

Meskipun menawarkan peluang menarik, investor tetap perlu mempertimbangkan profil risiko pribadi sebelum menempatkan dana pada komoditas ini. Diversifikasi yang terukur menjadi kunci dalam membangun portofolio yang sehat dan berkelanjutan.

(red)

No more pages