Perak Tembus US$100/Ons di Tengah Gejolak Global
News
24 January 2026 07:00

Preeti Soni, Yvonne Yue Li and Jack Ryan - Bloomberg News
Bloomberg, Perak menembus level US$100 (Rp1,6 juta) per ons untuk pertama kalinya, memperpanjang reli panas yang didorong lonjakan permintaan aset lindung nilai serta aksi beli yang menggila di pasar ritel dari Shanghai hingga New York.
Harga perak spot melonjak hingga 6,9% menjadi US$102,87 per ons pada Jumat, sehingga kenaikan sepanjang tahun ini melampaui 40% setelah harga lebih dari dua kali lipat pada 2025. Emas juga naik ke rekor baru, semakin mendekati US$5.000 per ons.
Permintaan investor terhadap logam mulia meningkat tajam pada tahun pertama masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, di tengah ketidakpastian yang kian besar terkait perdagangan, geopolitik, dan kebijakan moneter. Kekhawatiran bahwa perak berpotensi dikenai tarif AS memicu gelombang pengiriman logam ke New York, yang berpuncak pada short squeeze bersejarah di London pada Oktober.
Kenaikan perak pekan ini didorong oleh retaknya hubungan Washington dengan sekutu-sekutu Eropa, sementara upaya terbaru untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang di Ukraina sejauh ini belum membuahkan terobosan. Tantangan terhadap independensi Federal Reserve juga ikut menyulut permintaan.


























