Logo Bloomberg Technoz

The Fed Pasang Nada Hawkish, Rupiah Mantap di Jalur Hijau

Tim Riset Bloomberg Technoz
11 February 2026 09:31

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat dalam pembukaan perdagangan spot hari ini, menyusul terbatasnya penguatan dolar AS lantaran sentimen hawkish yang disiratkan oleh para pejabat The Fed. 

Hari ini, Rabu (11/2/2026), rupiah spot dibuka menguat 0,15% ke posisi Rp16.770/US$ merespons penguatan indeks dolar AS yang tipis saja, sebesar 0,03% menjadi 96,82. Tak berselang lama, rupiah kembali menguat sebesar 0,21% ke level Rp16.765/US$ pada 09:05 WIB. 

Dari kawasan Asia, sentimen eksternal relatif kondusif meski cenderung rapuh. Stabilnya pergerakan yuan China dan yen Jepang membantu menahan tekanan jual di pasar valuta asing regional.


Akan tetapi, kehati-hatian tetap membayangi menyusul meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari perlambatan ekonomi China yang belum sepenuhnya teratasi hingga risiko geopolitik yang berpotensi memicu kembali arus keluar modal dari aset berisiko. Aliran dana asing masih bersifat selektif, dengan investor global lebih memilih pasar obligasi.

Pasar obligasi domestik juga masih melanjutkan reli yang terjadi sejak kemarin. Beberapa imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) tercatat turun menandakan besarnya permintaan di hampir semua tenor.