Logo Bloomberg Technoz

ESDM Resmi Terbitkan RKAB Nikel 2026: Produksi RI 270 Juta Ton

Azura Yumna Ramadani Purnama
10 February 2026 17:52

Situs penambangan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Situs penambangan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel periode 2026 pada hari ini, Selasa (10/2/2026).

Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno membeberkan kuota produksi bijih nikel yang disetujui berada di rentang 260 juta ton sampai 270 juta ton.

Kuota itu merosot lebar jika dibandingkan dengan target produksi pada RKAB tahun sebelumnya sebesar 379 juta ton.


“[RKAB] nikel sudah kita umumkan hari ini, [target produksinya] 260–270 juta ton, in between range-nya itu,” kata Tri kepada awak media di Gedung Ditjen Minerba, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Kuota RKAB nikel itu sejalan dengan kisi-kisi yang sebelumnya dibocorkan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI).