Rupiah Masih Tertahan di Tengah Tekanan Pasar Obligasi
Tim Riset Bloomberg Technoz
10 February 2026 08:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) bergerak terbatas, mengindikasikan sikap wait and see pelaku pasar yang masih menanti katalis baru untuk mendorong penguatan lebih lanjut. Meskipun tekanan terhadap dolar AS mulai terlihat.
Pada perdagangan Selasa (10/2/2026), rupiah offshore tercatat di level Rp16.803/US$, melemah tipis 0,01% dibandingkan penutupan sebelumnya. Sehari sebelumnya, rupiah NDF sempat menguat cukup solid sebesar 0,37%, dari Rp16.876/US$ menjadi Rp16.802/US$.
Dari sisi eksternal, tekanan terhadap rupiah sebenarnya sudah mulai berkurang. Indeks dolar AS melemah dalam dua hari terakhir, dipicu meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral akan semakin mendekati fase pemangkasan suku bunga. Pasar global kini mulai mencermati kondisi ekonomi AS lewat data data ketenagakerjaan dan inflasi yang akan rilis pekan ini dan implikasinya terhadap arah suku bunga.
Pergerakan yang relatif datar ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS secara global, seiring meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral, Federal Reserve (The Fed) semakin mendekati fase pelonggaran kebijakan moneter.
Pasar global dalam dua hari terakhir juga mulai memposisikan diri lebih defensif menjelang rilis data ketenagakerjaan dan inflasi AS, dua indikator yang akan jadi penentu arah suku bunga The Fed dalam beberapa bulan ke depan.































