Penjagaan Ketat Sidang Vonis Eks Taipan Media Jimmy Lai
Redaksi
09 February 2026 21:14
Bloomberg, Pengadilan Hong Kong menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada mantan taipan media Jimmy Lai. Putusan tersebut menjadi hukuman terberat yang pernah dijatuhkan berdasarkan undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan Beijing.
Tiga hakim yang dipilih langsung pemerintah memerintahkan pria berusia 78 tahun itu menjalani hukuman. Jimmy Lai dinyatakan bersalah atas konspirasi berkolusi dengan kekuatan asing serta dakwaan penghasutan dalam perkara terpisah.
Baca Juga
Vonis ini melampaui hukuman 10 tahun penjara terhadap aktivis Benny Tai. Perkara tersebut juga kerap dibandingkan dengan kasus mendiang Liu Xiaobo yang dijatuhi hukuman 11 tahun atas tuduhan subversi dan meninggal dunia setelah memperoleh pembebasan bersyarat medis.
Kasus ini memicu pengawasan internasional yang luas sebagai simbol penindasan terhadap perbedaan pendapat di wilayah Tiongkok. Putusan tersebut menguji sikap negara-negara Barat dalam mendesak pembebasan Jimmy Lai di tengah upaya menstabilkan hubungan dengan Tiongkok.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya meminta pembebasan Jimmy Lai kepada Presiden Xi Jinping. Duta Besar Amerika Serikat untuk Tiongkok, David Perdue, menyebut isu tersebut sebagai "percakapan yang sedang berlangsung" antara kedua pemimpin.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer turut menyuarakan dukungan terhadap pembebasan Jimmy Lai dalam kunjungannya ke Beijing. Ia menyatakan telah melakukan diskusi "dengan hormat" terkait penahanan warga negara Inggris tersebut.
Sejumlah pemerintah asing lain menyerukan pembebasan Jimmy Lai dan mengecam proses hukumnya sebagai bermuatan politik. Kanada termasuk di antaranya setelah mengumumkan pembentukan "kemitraan strategis baru" dengan Tiongkok.
Pejabat di Beijing dan Hong Kong menolak tudingan campur tangan asing dalam perkara tersebut. Mereka menegaskan bahwa Jimmy Lai telah memperoleh proses peradilan yang adil.
Kehadiran Jimmy Lai di pengadilan menarik perhatian pendukungnya di Kowloon barat. “Tuan Lai adalah simbol. Dia mewakili perjuangan Hong Kong untuk kebebasan,” kata CK Chan, 67, seorang pendukung yang telah mengantre di luar gedung sejak Kamis malam.
Pengacara pembela telah mendesak keringanan hukuman, dengan alasan usia Lai yang sudah lanjut dan kesehatannya yang memburuk. Taipan yang sukses membangun kekayaannya sendiri ini telah menghabiskan lima tahun dalam tahanan, sebagian besar dalam isolasi, sejak penangkapannya pada tahun 2020, setelah Beijing memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional untuk menekan perbedaan pendapat sebagai tanggapan terhadap protes jalanan besar-besaran.
Lai tiba di Hong Kong sebagai penumpang gelap berusia 12 tahun dari Tiongkok daratan dan membangun kekayaannya di bidang tekstil. Setelah mendirikan Apple Daily pada tahun 1995, ia menjadi pendukung terkemuka gerakan pro-demokrasi kota dan kritikus keras Beijing. Surat kabarnya secara rutin mendukung protes yang menuntut partisipasi publik yang lebih besar dalam pemilihan umum.
(red)





















