Logo Bloomberg Technoz

Pakar Ragu Keabsahan Data Potensi Logam Tanah Jarang di Indonesia

Azura Yumna Ramadani Purnama
11 February 2026 09:30

Ilustrasi Monasit (Envato)
Ilustrasi Monasit (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) meragukan keabsahan sejumlah data potensi logam tanah jarang (LTJ) yang dimiliki Indonesia, lantaran peta sebaran mineral kritis di Tanah Air masih belum dikumpulkan sesuai standar yang berlaku.

Wakil Ketua Umum Perhapi Resvani berpendapat kurang lengkapnya sebaran data potensi LTJ yang dimiliki Indonesia berpotensi membuat pemerintah tidak dapat mengalkulasikan potensi dan kemampuan LTJ yang dapat dioptimalkan.

“Data [potensi LTJ] kita dari Badan Geologi itu, mohon maaf, memang harus divalidasi lebih lanjut. Ya, jangan sampai nanti pemimpin negara menerima data yang masih belum berdasarkan standar-standar pelaporan,” kata Resvani dalam lokakarya Perhapi, dikutip Rabu (11/2/2026).


Dia meyakini pemerintah bakal lebih mudah menyusun peta jalan pengembangan LTJ beserta skala industrinya, jika data potensi LTJ di Indonesia diperbaiki terlebih dahulu.

Ilustrasi rare earth. (Bloomberg)

Di sisi lain, Resvani mengungkapkan Perhapi telah meneken nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Industri Mineral (BIM) untuk membuat standarisasi pelaporan sumber daya cadangan LTJ.