Investor Memburu Sukuk, Tapi Masih Minta Premi Tinggi
Tim Riset Bloomberg Technoz
11 February 2026 10:52

Bloomberg Technoz, Jakarta - Minat pasar terhadap lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) alias sukuk kemarin mengisyaratkan kuatnya minat investor, meski tetap meminta premi risiko yang lebih mahal.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan kemarin (10/2/2026) melakukan lelang sukuk. Antusiasme pasar terlihat dari total penawaran yang masuk naik sebesar 13,8% menjadi Rp43,8 triliun dari penawaran lelang sukuk sebelumnya sebesar Rp38,5 triliun.
Dari total penawaran tersebut, pemerintah memenangkan Rp12 triliun sesuai target indikatifnya. Secara teknis, ini menunjukkan posisi pemerintah tetap memiliki ruang seleksi alias pricing power dalam menentukan yield yang dianggap wajar. Akan tetapi, struktur permintaan dan tingkat imbal hasil yang dimenangkan memperlihatkan bahwa investor saat ini semakin sensitif terhadap risiko.
Pada tenor sangat pendek seperti seri SPNS09032026 yang jatuh tempo Maret 2026, tercatat bid-to-cover ratio sebesar 3,09 kali dengan yield rata-rata tertimbang 4,40%. Ini menandakan bahwa investor masih memilih instrumen jangka pendek sebagai tempat parkir utama investasi mereka di tengah ketidakpastian lanskap kebijakan domestik. Sebaliknya, SPNS10082026 yang jatuh tempo di Agustus 2026, hanya mencatat bid-to-cover ratio 1,55 kali.
Di segmen tenor menengah-panjang, minat tetap solid. PBS030 (tenor 3Y) mencatat penawaran Rp9,68 triliun, sementara PBSG002 (tenor 8Y) mencapai Rp7,85 triliun dengan bid-to-cover yang sangat tinggi, mencapai 17,45 kali. Begitu juga dengan seri PBS034 (tenor 14Y) yang diminati investor dengan bid-to-cover 4,18 kali.































