Logo Bloomberg Technoz

Melansir Bloomberg, kemarin yield SUN bertenor 10Y turun 2 bps menjadi 6,45%, kemudian menyusul tenor 5Y terpangkas sebesar 2,2 bps menjadi 5,78%. Sementara itu, yield tenor 10Y INDON turun 1.1 bps menjadi 5,03% dan diikuti oleh 5Y susut juga sebesar 2,6 bps menjadi 4,45%, tenor 30Y turun 1,8 bps menjadi 5,70%, dan 20Y 1,5 bps menjadi 5,59%. 

"Sentimen bullish tersebut diiringi apresiasi rupiah, terutama di pasar forward," kata analis Mega Capital Sekuritas dalam laporannya.

Meski minat pasar masih cukup tinggi, imbal hasil surat utang domestik masih diganjar mahal, lantaran premi risiko yang ada dengan credit default swap berada di level 78 lebih tinggi daripada negara peer seperti Malaysia yang hanya 38. 

Dengan kombinasi sentimen eksternal yang netral cenderung rapuh dan dukungan domestik yang relatif stabil, pergerakan rupiah ke depan diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif. Ruang penguatan mungkin akan tetap terbuka, tetapi cenderung terbatas, selama pasar global belum memperoleh katalis kuat yang benar-benar mengubah ekspektasi arah kebijakan moneter AS. 

(dsp/aji)

No more pages