Logo Bloomberg Technoz

Arus Modal Masih Pilih Kasih, Rupiah Ditutup Menguat Tipis

Tim Riset Bloomberg Technoz
10 February 2026 15:25

Karyawan memberikan uang rupiah dan dolar AS kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memberikan uang rupiah dan dolar AS kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menutup perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot finis menguat. Namun rupiah agaknya kehilangan momentum menjelang penutupan perdagangan hari ini, di tengah kehati-hatian pelaku pasar dalam mempertahankan aset berdenominasi rupiah. 

Data Bloomberg menunjukkan rupiah menguat terbatas 0,02% ke Rp16.800/US$, setelah sempat dibuka di Rp16.791/US$. Bahkan pada siang hari sempat di posisi Rp16.775/US$.

Dari pasar Asia, kinerja rupiah cenderung tertinggal dari mata uang Benua Kuning lainnya. Rupee India India, yen Jepang, ringgit Malaysia, dan baht Thailand mencatatkan penguatan yang lebih solid dalam rentang perdagangan yang sama.

Nilai tukar mata uang Asia terhadap dolar AS, Selasa (10/2/2026).

Posisi rupiah yang hanya menguat tipis pada penutupan sore ini mengindikasikan bahwa aliran dana global masih masuk secara selektif di pasar domestik. Agaknya pelaku pasar belum menjadikan rupiah sebagai tujuan pergerakan risk-on terbatas hari ini. 

"Perkembangan keuangan terbaru, terutama peringatan dari MSCI dan penurunan outlook Moody’s menjadi negatif, berpotensi meredam minat investasi asing, baik pada investasi portofolio maupun investasi langsung,” tulis Suryaputra Wijaksana, analis UOB Kay Hian, seperti dikutip Bloomberg News, Selasa (10/2/2026). 

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot pada Selasa (10/2/2026). (Bloomberg).