Logo Bloomberg Technoz

BI: Rupiah Tak Bisa Menguat dalam Sehari, Perlu Kerja Sama

Mis Fransiska Dewi
11 February 2026 10:37

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak bisa menguat seketika dalam kurun waktu singkat, melainkan membutuhkan proses. Hal ini tentu seiring dengan fundamental ekonomi yang kuat, baik dari sisi industri riil maupun pasar keuangan.

Pernyataan itu disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menanggapi pergerakan rupiah yang mengalami fluktuasi dengan kecenderungan melemah dalam beberapa waktu terakhir.

"Tidak mungkin, ya susah ya bisa, rupiah dalam sejam, satu hari, di-twist, langsung menguat, ya itu gak akan bisa. Kita butuh suatu proses," ujar Destry dalam Economic Outlook di Jakarta, Selasa (10/2/2026).


Menurut Destry, regulator harus mengetahui kondisi ekonomi yang sedang terjadi saat ini. Dia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di industri riil, perbankan, dan seluruh korporat untuk bersama-sama mendukung penguatan nilai tukar rupiah. 

"Karena ini bukan hanya kedaulatan suatu negara, tapi akan memberi jaminan ekonomi bisa lebih tumbuh dan lebih sustainable. Tumbuh berkelanjutan, itu yang diharapkan," kata Destry.