“Daerah-daerah yang selama ini memang belum ada sekolah unggulannya, itu kita akan bangun di daerah-daerah tersebut. Kalau di Jawa itu kan sudah banyak sekolah unggulan, jadi tidak kita bangun di sana,” katanya.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mulai melakukan rekrutmen guru untuk Sekolah Garuda. Brian mengatakan guru yang direkrut diharapkan memiliki prestasi baik dan akan mendapat tunjangan lebih karena ditempatkan di wilayah yang belum ramai.
“Sekarang kan sedang kita rekrutmen guru. Guru-guru itu tentu kita harapkan yang punya prestasi yang baik. Kita juga akan ada tunjangan lebih, karena nanti ditaruh di daerah-daerah yang masih belum ramai,” ujarnya.
Ia menambahkan Sekolah Garuda akan menggunakan sistem boarding school, sehingga para guru juga dituntut beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang lebih intensif.
Sekolah Garuda dirancang sebagai wadah diseminasi putra-putri terbaik daerah agar memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas tinggi. Brian menyebut sekolah ini akan memberikan pendidikan yang memenuhi standar nasional sekaligus berorientasi internasional.
“Kita juga akan membuat agar para siswanya ini diberikan pendidikan yang berstandar internasional… sehingga mereka lebih siap untuk masuk ke kampus-kampus top di dunia,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Brian juga menyinggung rencana agar guru mata pelajaran di Sekolah Garuda memiliki kemampuan bahasa Inggris. Namun ia mengakui penerapannya akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan sumber daya manusia.
“Harapannya sih nanti dia akan berbahasa Inggris. Tapi kan ini baru pertama, kita akan lihat seperti apa ketersediaan SDM-nya,” kata Brian.
Ia optimistis cukup banyak guru mapel yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Selain itu, peningkatan kapasitas guru akan didukung oleh kampus-kampus terdekat yang akan mendampingi Sekolah Garuda.
“Kami juga nantinya akan didampingi sekolah-sekolah ini dengan kampus-kampus yang terdekat… sehingga upgrading guru itu juga akan bisa dilakukan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Brian menjelaskan lulusan Sekolah Garuda akan disiapkan melalui berbagai skenario, mulai dari langsung melanjutkan ke universitas luar negeri hingga program double degree dengan kampus top dunia.
“Kita akan buat beberapa skenario… misalnya dua tahun di ITB, dua tahun di MIT. Seperti harapan Bapak Presiden, talenta-talenta terbaik dari daerah dapat difasilitasi menjadi SDM unggul Indonesia di bidang STEM,” pungkasnya.
(ell)






























