Logo Bloomberg Technoz

MGBKI Ungkap Fakta Kekurangan Dokter Spesialis & Insentif Daerah

Dinda Decembria
04 February 2026 06:40

Jumpa pers Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) di Salemba UI, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Bloomberg Technoz/Dinda Decemberia)
Jumpa pers Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) di Salemba UI, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Bloomberg Technoz/Dinda Decemberia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) mengungkapkan persoalan distribusi dokter spesialis di Indonesia tidak semata-mata disebabkan oleh kurangnya jumlah lulusan, melainkan juga dipengaruhi sistem penempatan serta dukungan fasilitas dan insentif di daerah.

Pengurus MGBKI Yudi Mulyana Hidayat menegaskan program insentif bagi dokter spesialis untuk bertugas di daerah sebenarnya sudah berjalan sejak lama, bukan kebijakan baru yang baru muncul belakangan ini.

“Kan programnya bukan baru sekarang, Bu. Sudah kita lakukan semenjak mungkin 20 tahun yang lalu. Memberikan insentif. Jadi bukan hal yang baru,” ujar Prof. Yudi di Gedung UI, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (3/2).


Ia juga menambahkan bahwa penugasan dokter residen ke daerah pun telah dilakukan oleh berbagai institusi pendidikan kedokteran, termasuk Universitas Hasanuddin (Unhas), yang selama ini aktif menempatkan tenaga medis di berbagai wilayah.

Sementara itu, Pengurus MGBKI lainnya, Prof. dr. Muhammad Akbar, Ph.D., Sp.N., Subsp. NIIOO (K)., DFM, menjelaskan insentif daerah dimaksudkan agar dokter spesialis yang telah ditamatkan dapat terserap dan terdistribusi dengan baik, sehingga layanan kesehatan tidak menumpuk hanya di kota besar.