Logo Bloomberg Technoz

Grasberg Beroperasi Kuartal II-2026, Freeport Bidik Produksi 85%

Azura Yumna Ramadani Purnama
24 January 2026 14:30

Truk mengangkut bijih ke mesin penghancur di area bawah tanah di kompleks pertambangan tembaga dan emas Grasberg milik Freeport./Bloomberg-Dadang Tri
Truk mengangkut bijih ke mesin penghancur di area bawah tanah di kompleks pertambangan tembaga dan emas Grasberg milik Freeport./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta – Freeport-McMoRan Inc. (FCX) menargetkan operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) bakal kembali berjalan mulai kuartal II-2026.

Seiring dengan berjalannya produksi, FCX menargetkan produksi tambang Freeport Indonesia bakal kembali ke level 85% dari produksi normal mulai semester II-2026.

FCX menjelaskan operasional Blok Produksi 2 dan Blok Produksi 3 tambang GBC bakal mulai berjalan pada kuartal II-2026. Sementara itu, Blok Produksi 1 ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.


“Berdasarkan perkiraan saat ini, PTFI memperkirakan sekitar 85% dari total produksinya pada tingkat operasi normal akan pulih pada paruh kedua 2026,” tulis FCX dalam laporan resminya, dikutip Sabtu (24/1/2026).

“Tonggak penting yang diperlukan untuk memulai produksi di Blok Produksi 2 dan 3, termasuk pembersihan lumpur di area tambang, perbaikan infrastruktur pendukung, dan pemasangan penghalang pelindung, berjalan sesuai jadwal,” tegas FCX.

Evakuasi longsor di tambang Grasberg Block Cave milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah, Kamis (11/9/2025) malam. (dok. Freeport Indonesia)