Likuiditas Melimpah, Kredit Sedikit Tersendat
Redaksi
23 January 2026 15:34

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan uang yang beredar dalam arti luas alias M2 pada Desember 2025 tumbuh sebesar 9,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari bulan sebelumnya yang tumbuh 8,3% yoy, menjadi Rp10.333,1 triliun.
"Perkembangan M2, yang menandakan likuiditas perekonomian, terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, dan perkembangan penyaluran kredit," kata laporan BI, Jumat (22/1/2026).
Tagihan kepada pemerintah pusat tumbuh 13,6% yoy, meningkat dari periode sebelumnya 8,7%. Begitu juga dengan penyaluran kredit mencatatkan pertumbuhan 9,3% yoy daripada bulan November sebesar 7,9%.
Dengan pencatatan ini, terlihat bahwa sistem keuangan tambak begitu longgar dan siap menopang aktivitas ekonomi. Akan tetapi, jika kita lihat data pertumbuhan kredit yang dirilis BI kemarin, terlihat kondisi likuiditas ini tak otomatis berubah menjadi pembiayaan produktif.
Lonjakan M2 terutama ditopang oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) yang mencapai 14%. Artinya, uang yang beredar paling besar merupakan uang yang paling likuid seperti giro, tabungan yang dapat ditarik sewaktu-waktu, dan uang kartal. Seharusnya, kondisi likuiditas ini mempercepat transaksi, konsumsi, juga investasi.































