Logo Bloomberg Technoz

Cek Kesehatan Ekonomi dari Keyakinan Konsumen & Penjualan Ritel

Redaksi
10 March 2026 15:10

Pengunjung melihat pakaian yang dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung melihat pakaian yang dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah ketidakpastian global yang meningkat, mulai dari kenaikan harga energi hingga volatilitas pasar keuangan, data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dirilis Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa rumah tangga Indonesia masih memandang ekonomi dengan cukup optimistis. Namun ada sikap hati-hati atas ketidakpastian ekonomi yang terjadi. 

Melansir laporan BI, IKK pada Februari tercatat sebesar 125,2 masih berada di atas ambang optimisme yaitu 100, meski sedikit menurun dari capaian indeks pada Januari sebesar 127.

Sekilas, laporan ini menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi masih kuat. Akan tetapi jika ditelisik lebih dalam, data survei ini memperlihatkan perilaku keuangan rumah tangga yang mulai menunjukkan kehati-hatian. 


Penopang utama keyakinan konsumen datang dari persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) meningkat tipis menjadi 115,9 dari 115,1 pada bulan sebelumnya. 

Kenaikan IKE ini didorong oleh tiga hal, yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) sebesar 125, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) sebesar 110,7, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama sebesar 112.