Laporan BI: Kredit Tumbuh, Konsumsi Bertahan dari Utang Mahal
Redaksi
22 January 2026 17:34

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kinerja penyaluran kredit perbankan pada Desember 2025 sedikit memberi harapan di tengah kelesuan ekonomi dan permintaan pembiayaan di Indonesia. Hasil Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dirilis oleh Bank Indonesia hari ini, Kamis (22/1/2026), mengungkapkan, penyaluran kredit perbankan pada Desember 2025 terindikasi meningkat dibanding bulan sebelumnya.
Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru naik menjadi 88,92% pada triwulan IV-2025 lebih tinggi dari SBT triwulan sebelumnya sebesar 82,33%.
Namun, pada triwulan I-2026, SBT diprediksi hanya akan tumbuh menjadi 55,74%. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit memang masih berlanjut, tetapi dengan laju yang lambat. Angka ini menyelipkan sinyal bahwa sepertinya perbankan bersiap menghadapi 2026 dengan kehati-hatian yang lebih besar pasca pelonggaran kredit di akhir kuartal tahun lalu.
Pertumbuhan kredit pada akhir 2025 ditopang oleh sektor produktif. Kredit modal kerja dan kredit investasi yang menjadi motor utama, masing-masing mencatat SBT di atas 87%. Ini menunjukkan bahwa dunia usaha masih punya ruang ekspansi, seiring prospek ekonomi dan moneter yang relatif terjaga.
Dari sisi sektoral, industri pengolahan (SBT 75,92%), perdagangan besar dan eceran (SBT 63,53%), transportasi-komunikasi-pergudangan (SBT 72,49%), hingga akomodasi dan makan minum mencatat peningkatan penyaluran kredit yang signifikan (SBT 88,53%).































