Logo Bloomberg Technoz

RKAB Ngaret, Cuan Penambang Tertahan Saat Harga Logam Bullish

Azura Yumna Ramadani Purnama
20 January 2026 14:00

Kepingan logam nikel dipamerkan di New York Stock Exchange (NYSE)./Bloomberg-Michael Nagle
Kepingan logam nikel dipamerkan di New York Stock Exchange (NYSE)./Bloomberg-Michael Nagle

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri minerba menilai keterlambatan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 membuat penambang domestik tak bisa meraup keuntungan maksimal ketika harga logam dasar meroket pada awal tahun ini.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy Hartono berpendapat terlambatnya persetujuan RKAB serta belum pastinya pemangkasan target produksi komoditas pertambangan menjadi penghambat kemampuan penambang untuk memanfaatkan momentum harga tinggi tersebut.

Meskipun terdapat risiko produksi hasil tambang lebih rendah pada awal tahun ini, dia meyakini keuntungan yang didapatkan penambang akan tetap tinggi lantaran kenaikan harga yang terjadi terbilang sangat tinggi.


“Namun, ketidaksiapan regulasi atau sistem perizinan yang lambat, jelas dapat mengurangi peluang keuntungan yang seharusnya bisa diraih ketika harga sedang berada di puncaknya,” kata Sudirman ketika dihubungi, Selasa (20/1/2026).

Reli Logam