Logo Bloomberg Technoz

Logam Dasar Bullish Awal 2026, Penambang RI Kehilangan Momentum

Azura Yumna Ramadani Purnama
19 January 2026 08:50

Tumpukan logam tembaga./dok. Bloomberg
Tumpukan logam tembaga./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas menyatakan terlambatnya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 di tengah reli harga logam dasar memberikan keuntungan dan kerugian bagi pelaku industri pertambangan Indonesia.

Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo menyatakan ketatnya pasokan akibat keterlambatan RKAB 2026 justru menjadi pendorong harga nikel dan timah dunia ke level yang lebih tinggi, sehingga berpotensi menguntungkan posisi tawar mineral Indonesia.

Di sisi lain, ketidakpastian RKAB tersebut juga menciptakan hambatan operasional sebagaimana dialami PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang sempat menghentikan produksi tambang nikelnya.


Hal ini diprediksinya membuat penambang kehilangan momentum ketika seharusnya dapat meraup potensi keuntungan besar.

“Hal ini menunjukkan bahwa meskipun potensi keuntungan sangat besar, ketidaksiapan regulasi internal berisiko menghambat aliran arus kas perusahaan tambang dan penerimaan negara secara real time,” kata Sutopo kepada Bloomberg Technoz, dikutip Senin (19/1/2026).