Logo Bloomberg Technoz

Harga Logam Reli Dipicu Kecemasan Pasokan Komoditas Tambang

Pramesti Regita Cindy
20 January 2026 11:00

Timah aluvial yang diangkut dari Kapal Isap Produksi (KIP) Timah 78 di Laut Cupat di Kabupaten Bangka Barat./Bloomberg Technoz-Mis Fransiska Dwi
Timah aluvial yang diangkut dari Kapal Isap Produksi (KIP) Timah 78 di Laut Cupat di Kabupaten Bangka Barat./Bloomberg Technoz-Mis Fransiska Dwi

Bloomberg Technoz, Jakarta – Reli harga sejumlah logam dasar dalam beberapa waktu terakhir dinilai lebih banyak dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi kekurangan pasokan global (short supply) komoditas mineral.

Ketua Badan Keahlian Pertambangan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sekaligus Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Rizal Kasli menjelaskan tekanan pasokan terjadi akibat menurunnya produksi dari sejumlah negara produsen utama, sementara permintaan terus meningkat, terutama untuk kebutuhan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), serta energi baru terbarukan (EBT).

"Reli harga komoditas tambang yang terjadi akhir-akhir ini lebih banyak disebabkan oleh kekuatiran short supply di pasar karena beberapa faktor seperti menurunnya produksi dari beberapa negara produsen utama terhadap beberapa komoditas," kata Rizal saat dihubungi, Selasa (20/1/2026).


Menurutnya, pasar juga mengantisipasi penurunan suplai nikel menyusul rencana pemerintah Indonesia memangkas kuota produksi nasional.

Hal serupa terjadi pada komoditas batu bara. Sementara itu, untuk emas, gangguan pasokan dipicu oleh kecelakaan di fasilitas Freeport Indonesia yang hingga kini baru beroperasi sekitar 30% dari kapasitas normal.