Menkeu Beber Skenario Jika Harga Minyak Tembus US$92/Barel
Mis Fransiska Dewi
07 March 2026 13:30

Bloomberg Technoz, Jakarta -Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah menyimulasi risiko (stress test) terkait lonjakan harga minyak mentah dunia terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Dari hasil simulasi Kementerian Keuangan, ketika harga minyak dunia melonjak hingga tembus US$92/barel maka berpotensi memperlebar defisit APBN menjadi 3,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih tinggi dari batas aman fiskal yang selama ini dijaga pemerintah.
"Kami sudah exercise sampai kalau harga minyak naik ke US$92/barel, apa dampaknya ke defisit? [akan] naik ke 3,6%-3,7% kalau enggak salah, dari PDB, itu kalau kita enggak ngapa-ngapain," kata Purbaya dalam media briefing, Jumat (6/3/2026) petang.
Menurut dia, simulasi tersebut didasarkan pada skenario harga minyak tinggi sepanjang tahun, mengingat kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dihitung dalam rata-rata tahunan.
Dalam kondisi tersebut, Purbaya memastikan pemerintah akan menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar defisit tidak melebar. Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni melakukan penghematan belanja negara di sejumlah pos yang dampaknya relatif kecil terhadap perekonomian.
























