Logo Bloomberg Technoz

Investasi US$1,4 M PLTS 50 GW Masuk, Target Kelar Akhir 2026

Dovana Hasiana
05 March 2026 20:40

Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Perkasa saat konfrensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan di Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andre)
Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Perkasa saat konfrensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan di Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andre)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkap bahwa sudah ada investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang masuk ke Indonesia senilai US$1,4 miliar. PLTS dengan kapasitas 50 gigawatt (GW) ini ditarget selesai pada akhir tahun 2026.

Rosan mengatakan pemerintah ingin membangun PLTS di sejumlah desa. Sebenarnya target hampir di seluruh desa, tetapi daerah-daerah yang sudah terdistribusi akan diprioritaskan. Dari usulan awal 100 GW, 13 GW terlebih dahulu yang bakal diprioritaskan.

"Kebetulan sudah ada masuk untuk investasi di Indonesia akhir tahun ini untuk pembangunan pabrik, investasi 1,4 miliar dolar dengan kapasitas 50 gigawatt. Akhir tahun ini akan selesai. Jadi itu juga akan membantu untuk kita bisa pakai produksi dalam negeri kita untuk proyek PLTS ini," kata dia ditemui awak media di Istana, Kamis (5/3/2026).


CEO Danantara ini juga menyampaikan bahwa persiapan pembangunan PLTS akan dilakukan bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kemendiktisantek. Danantara sendiri sudah memiliki satu prototipe pembangunan PLTS di daerah Sumenep, Jawa Timur yang baru selesai sebesar 1 megawatt (MW).

"Nah, juga prototipe itu akan ditinjau, akan dilihat langsung oleh tim, baik oleh ESDM dan juga Mendikti untuk kemudian itu bisa di-roll out [bangun]," bebernya.