Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Naik, Purbaya Buka Opsi Naikkan Harga BBM Subsidi

Mis Fransiska Dewi
07 March 2026 10:30

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jika harga minyak dunia terus melonjak akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. 

Purbaya menjelaskan, opsi kenaikan harga BBM ini bisa tidak terelakkan apabila harga minyak melambung tinggi sehingga membuat belanja subsidi BBM dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bengkak. Ini menjadi salah satu hal yang dikaji oleh pemerintah untuk menghindari potensi defisit APBN tembus melewati batas 3%.

“Kalau memang anggarannya enggak kuat sama sekali, enggak ada jalan lain, kami berbagi dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM. Kalau memang harga [minyak dunia] tinggi sekali,” kata Purbaya dalam media briefing di kantornya, Jumat (6/3/2026) petang. 


Diketahui, dalam asumsi makro APBN 2026, pemerintah menetapkan harga minyak sebesar US$70/barel. Namun demikian, Purbaya menyebut pihaknya sudah melakukan kajian guna mengambil langkah-langkah tertentu apabila nantinya harga minyak menyentuh level US$92/barel. 

Meski demikian, Purbaya menegaskan pemerintah memiliki pengalaman menghadapi lonjakan harga minyak global. Dia mencontohkan, pada periode 2012–2013 saat harga minyak sempat melonjak hingga sekitar US$150/barel, namun ekonomi Indonesia tetap mampu bertahan.