Mantan Gubernur BI Bicara Independensi BI dan Dominasi Fiskal
Pramesti Regita Cindy
15 January 2026 13:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom sekaligus mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyoroti pentingnya menjaga independensi bank sentral, di tengah dominasi otoritas fiskal dalam perekonomian, dibuktikan dengan aksi BI membiayai negara.
Agus menegaskan, sejak era reformasi tahun 2000, Indonesia telah mencanangkan stabilitas sistem keuangan dengan prinsip utama bahwa bank sentral harus independen. Independensi tersebut, menurut dia, mencakup larangan bagi bank sentral untuk membiayai kebijakan pemerintah.
"Bank sentral harus independen, dan independen itu dia juga tidak boleh membiayai fiskal. Jadi otoritas fiskal sama otoritas moneter harus berkoordinasi dengan baik, bekerja sama dengan baik, tetapi tidak boleh dibaca fiscal dominance," ujar Agus dalam acara Indonesia Business Council (IBC) di Jakarta, dikutip Kamis (15/1/2026).
Lebih jelasnya ia menjelaskan, fiscal dominance terjadi ketika kebijakan fiskal terlalu dominan dan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bergantung pada bank sentral atau otoritas moneter. Padahal, secara hukum, pembiayaan fiskal oleh bank sentral hanya dimungkinkan dalam kondisi krisis.
"Kita semua tahu di undang-undang, [hal] itu dimungkinkan kalau seandainya kondisi krisis, seperti kita ada Covid-19. Itu kita minta persetujuan DPR untuk bisa ekstra membiayai fiskal dibiayai oleh moneter, tetapi kalau sudah tidak krisis, tidak boleh," terangnya.































