Logo Bloomberg Technoz

China Unggul dalam Pengembangan Baterai, Mampu Tahan Berhari-Hari

News
04 March 2026 13:25

Lokasi pengembangan modul baterai dengan daya tahan tinggi milik perusahaan penyimpanan energi, Form Energy. dok: Poppy Lynch/Bloomberg
Lokasi pengembangan modul baterai dengan daya tahan tinggi milik perusahaan penyimpanan energi, Form Energy. dok: Poppy Lynch/Bloomberg

Coco Liu–Bloomberg News

Bloomberg, China secara perlahan dan diam mendominasi bidang lain dalam transisi energi global: penyimpanan energi jangka panjang. Berbeda dengan baterai lithium-ion konvensional yang biasanya menyimpan daya selama empat jam atau bahkan kurang, penyimpanan energi berdurasi panjang (long-duration energy storage/LDES) dapat menyimpan dan melepaskan listrik selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari.

Seiring dengan meningkatnya peran energi terbarukan yang intermittent dalam pasokan listrik global, LDES sangat dibutuhkan untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan energi, dan China berada di depan negara-negara lain dalam hal ini.


Dunia menambahkan kapasitas LDES baru sebesar 9,6 gigawatt-hours tahun lalu, meningkat sekitar 30% dari level 2024, menurut laporan yang diterbitkan Senin oleh BloombergNEF. Hampir semua proyek yang dibangun pada 2025 berada di China, kata laporan tersebut. Hal ini terjadi meskipun ekonomi Barat menjadi tuan rumah bagi sejumlah startup yang didanai dengan baik, termasuk Form Energy di AS dan perusahaan Kanada Hydrostor. 

Dominasi China dalam pengembangan teknologi baterai berdaya tahan tinggi.

Analis BNEF mengaitkan keunggulan China di sektor ini sebagian besar dengan dukungan kebijakan pemerintah lokal. Beijing mengidentifikasi LDES sebagai komponen krusial dalam peta jalan net-zero-nya pada 2023. Pada tahun berikutnya, regulator energi China meluncurkan 56 proyek percontohan, yang membantu memicu booming saat ini. Negara ini juga telah membangun keunggulan besar di sektor teknologi iklim lainnya, mulai dari panel surya hingga hidrogen.