OJK: Investasi Dana Pensiun Capai Rp2.564 Triliun, SBN Terbanyak
Pramesti Regita Cindy
03 March 2026 20:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total investasi industri asuransi dan dana pensiun, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen), dan Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), mencapai Rp2.564 triliun per Januari 2026.
Dengan komposisi investasi didominasi kepada instrumen berisiko rendah seperti Surat Berharga Negara (SBN).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, struktur investasi tersebut mencerminkan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, serta kesesuaian antara aset dan kewajiban jangka panjang (asset liability management).
"Perusahaan asuransi dan dana pensiun saat ini telah dirancang dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian risk management serta kesesuaian dan karakteristik dari masing-masing perusahaan kewajiban jangka panjang ke masing-masing lembaga jasa keuangan," jelas Ogi dalam RDKB OJK edisi Maret 2026, Selasa (3/3/2026).
Secara keseluruhan, komposisi terbesar investasi ditempatkan pada SBN sebesar Rp1.404 triliun atau 54,79% dari total portofolio. Selanjutnya deposito dan instrumen sejenis mencapai Rp406 triliun atau 15,85%, sementara investasi saham sebesar Rp249,17 triliun atau 9,72%.


























