Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Lesu Lagi, Level Rp17.000/US$ Makin Dekat

Tim Riset Bloomberg Technoz
12 January 2026 16:04

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 0,33% dan dibanderol Rp16.833/US$ kala penutupan perdagangan pasar spot, Senin (12/1/2026). Ini merupakan pelemahan rupiah dalam hari ketujuh secara beruntun. 

Sepanjang perdagangan 2026, rupiah belum mencatatkan penguatan sama sekali. Ambruknya nilai tukar rupiah disebabkan faktor eksternal dan internal. 

Dari faktor eksternal, rupiah terimbas dari ketidakstabilan global yang masih terus berlanjut. Setelah invasi AS ke Venezuela, gejolak Iran ikut menambah kekhawatiran pasar dan menghidupkan alarm risk-off terhadap pasar negara berkembang seperti Indonesia.


Rupiah masih bergerak di zona merah lantaran faktor domestik menjadi komponen pemberat yang lebih dominan. Terlihat dari pergerakan mata uang di pasar Asia yang sebenarnya cukup bervariasi dan beberapa mulai menunjukkan perlawanan terhadap greenback

Di antaranya baht Thailand menguat signifikan sebesar 0,52%, ringgit Malaysia 0,21%, dolar Singapura dan yen Jepang masing-masing 0,10%, dan offshore renminbi China 0,09%. Sedangkan di zona merah ada won Korea yang tergerus 0,59%, rupiah 0,17%, dan dolar Taiwan 0,10%.