Logo Bloomberg Technoz

Lemahnya rupiah ikut menekan pasar obligasi domestik. Di pasar surat utang negara (SUN) hari ini imbal hasil di hampir semua tenor bergerak naik. SUN bertenor 10Y naik 50 basis poin (bps) ke 6,18%,  tenor 5Y naik 57 bps ke 5,58%, 4Y naik sebesar 51 bps ke 5,39%. 

Penyebab turunnya rupiah dan merembet ke pasar surat utang adalah perhatian investor yang tertuju pada defisit fiskal Indonesia yang makin melebar hingga 2,92%. Hal ini menurunkan daya tarik aset keuangan di pasar domestik. Alhasil, premi risiko Indonesia di mata investor pun meningkat. 

"Meskipun deifist fiskal 2025 tetap di bawah hukum 3%, kami menyoroti risiko jangka menengah yang lebih besar, bahwa pemerintah akan mencoba untuk memulai kebijakan yang relatif tidak lazim dan dapat memicu sentimen rupiah yang lebih bearish," kata Themistoklis Fiotakis dan Mitul Kotecha, Analis Barclays, dalam catatannya seperti dikutip Bloomberg News.

(riset/aji)

No more pages