Logo Bloomberg Technoz

Konsensus Bloomberg: Ekspor-Impor Tumbuh di Januari

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 February 2026 16:20

Kontainer-kontainer jatuh ke air dekat kapal kontainer Mississippi di Pelabuhan Long Beach, California, AS, Selasa (9/9/2025). (Tim Rue/Bloomberg)
Kontainer-kontainer jatuh ke air dekat kapal kontainer Mississippi di Pelabuhan Long Beach, California, AS, Selasa (9/9/2025). (Tim Rue/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mengawali 2026, data ketahanan eksternal Indonesia agaknya akan cukup solid ketimbang capaian akhir tahun lalu. 

Konsensus Bloomberg memperkirakan pertumbuhan ekspor Indonesia Januari mencapai 11,9% secara tahunan (year-on-year). Proyeksi angka ini jauh lebih kuat dari realisasi bulan sebelumnya yang hanya 0,36%.

Sementara impor Januari diproyeksikan akan melonjak 20% (yoy), hampir dua kali lipat laju ekspor, setelah Desember lalu terkontraksi 2,7%. 


Jika proyeksi ini terealisasi, maka awal tahun ditandai oleh rebound tajam aktivitas perdagangan. Ekspor yang kembali tumbuh dua digit mengindikasikan permintaan eksternal mulai membaik atau setidaknya stabil.

Sementara lonjakan impor sering kali jadi cerminan denyut produksi dalam negeri. Di saat industri meningkatkan kapasitas, kebutuhan bahan baku dan barang modal ikut terdongkrak. Dalam konteks awal tahun, faktor musiman juga tak bisa diabaikan. Sebab Februari akan diwarnai Ramadan dan Maret memasuki Idul Fitri, periode yang secara historis menjadi momentum konsumsi rumah tangga dan distribusi barang.