BEI lantas mengeluarkan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan saham PT XLSmart Tbk (EXCL).
Bersamaan dengan itu, IDX80 juga penyesuaian, BEI mencantumkan sejumlah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Jababeka Tbk (KIJA), PT MNC Land Tbk (KPIG), PT Bank Panin Tbk (PNBN), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebagai pendatang baru.
BEI lantas melepas saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT BFI Finance Tbk (BFIN), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), dan saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).
Periode efektif perubahan ini mulai 1 November 2025 hingga 31 Januari 2026.
Sebagai informasi, BEI melakukan rebalancing indeks utama seperti indeks LQ45 setiap 3 bulan sekali dari yang sebelumnya 6 bulan. Kebijakan baru ini sudah berlangsung mulai April 2024.
Mengutip riset Mirae Asset Sekuritas yang dipublikasikan, saham BBCA dan saham BBRI tetap berhasil menjadi dua saham dengan bobot terbesar. Lalu menyusul saham BMRI, saham ASII, dan juga saham TLKM.
“Rebalancing ini bisa jadi sinyal penting buat investor: Karena perubahan indeks berarti potensi pergeseran dana besar di pasar,” melansir laman Mirae, Selasa.
(fad)




























