Logo Bloomberg Technoz

Fokus investor sepenuhnya tertuju pada ancaman shutdown AS, yang berpotensi menunda laporan ekonomi penting yang digunakan untuk mengukur arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Meski kebanyakan deadlock (kebuntuan) berakhir dengan kesepakatan di menit-menit terakhir, episode sebelumnya telah menyebabkan gangguan cukup besar pada birokrasi federal. Sehingga, memaksa Wall Street mempertimbangkan potensi dampaknya terhadap pasar AS.

"Situasi bisa menjadi buruk jika shutdown menciptakan kekosongan informasi tentang data tenaga kerja dan inflasi menjelang keputusan suku bunga The Fed berikutnya," kata Michael Bailey dari FBB Capital Partners.

"Selain itu, dengan saham dan valuasi yang sebelumnya mendekati puncak, kita bisa melihat berita buruk kecil berkembang menjadi koreksi dalam waktu dekat."

Deadlock terbaru terkait anggaran mengancam akan melumpuhkan banyak operasi pemerintah AS untuk kali pertama dalam hampir tujuh tahun, menangguhkan layanan bagi warga Amerika dan pembayaran gaji pegawai federal.

Pelaku pasar khawatir shutdown akan menunda rilis data nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis pada Jumat oleh Biro Statistik Tenaga Kerja. Data ekonomi selama sebulan terakhir menunjukkan pasar tenaga kerja melambat, sedangkan inflasi relatif terkendali—meski masih di atas target 2% The Fed.

Pelaku pasar masih mendapatkan gambaran sekilas kondisi pasar tenaga kerja minggu ini. Laporan JOLTS pada Selasa menunjukkan lowongan kerja di AS sedikit berubah pada Agustus, sedangkan perekrutan masih lemah, menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja melambat. Data pada Rabu akan memberikan wawasan tentang perekrutan perusahaan.

Kurangnya data penting pada Jumat jika terjadi shutdown tidak akan mengubah keputusan The Fed setidaknya untuk pertemuan Oktober mendatang, menurut David Seif, kepala ekonom Nomura untuk pasar berkembang.

"Semakin sedikit data yang dirilis, semakin sedikit alasan The Fed untuk menyimpang dari dot plot," katanya dalam wawancara di Bloomberg Television pada Selasa. "Dot plot menunjukkan kenaikan 25 basis poin pada Oktober. Kami memperkirakan hal itu akan terjadi, terlepas dari apakah data tersebut dirilis atau tidak."

Pelaku pasar juga mencermati pernyataan beberapa pejabat The Fed. Gubernur The Fed Chicago, Austan Goolsbee mengatakan putaran tarif terbaru mungkin menyebabkan bisnis di distriknya kembali menunda pengambilan keputusan untuk melihat di mana tarif tersebut akan stabil. 

Gubernur The Fed Dallas, Lorie Logan mengatakan pembuat kebijakan harus berhati-hati dalam mempertimbangkan penurunan suku bunga tambahan selama inflasi tetap di atas target dan pasar tenaga kerja relatif seimbang.

Gubernur The Fed Boston, Susan Collins menilai pemotongan suku bunga lebih lanjut tepat tahun ini mengingat pasar tenaga kerja melemah, tetapi pejabat perlu tetap waspada terhadap risiko inflasi yang persisten. Deputi Gubernur The Fed Philip Jefferson memperingatkan bahwa bank sentral menghadapi pasar tenaga kerja yang melemah bersamaan dengan meningkatnya tekanan inflasi, yang mempersulit prospek kebijakan. 

"Saya melihat risiko terhadap lapangan kerja cenderung menurun dan risiko terhadap inflasi cenderung meningkat," kata Jefferson dalam pidatonya pada Konferensi Kebijakan Moneter Internasional ke-4 yang diadakan oleh Bank of Finland. "Hal ini berarti kedua sisi mandat kami berada di bawah tekanan."

Sementara itu, pembeli bijih besi milik negara China telah meminta produsen dan pedagang besar baja untuk sementara menghentikan pembelian semua kargo baru dari BHP Group.

Beberapa pergerakan utama di pasar: 

Saham

  • S&P 500 turun 0,2% pada pukul 08.27 waktu Tokyo
  • S&P/ASX 200 turun 0,1%

Mata Uang

  • Indeks Dolar Spot Bloomberg sedikit berubah
  • Euro sedikit berubah di level US$1,1740
  • Yen Jepang sedikit berubah menjadi 147,89 per dolar
  • Yuan offshore sedikit berubah menjadi 7,1276 per dolar
  • Dolar Australia tidak berubah di US$0,6613

Kripto

  • Bitcoin turun 0,6% menjadi US$114.007,64
  • Ether turun 1,4% menjadi US$4.138,25

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi Australia 10 tahun naik empat basis poin menjadi 4,35%

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,2% menjadi US$62,49 per barel
  • Emas spot sedikit berubah

(bbn)

No more pages