DPR Minta Direksi Garuda Indonesia Mundur Jika Tak Capai Target
Recha Tiara Dermawan
22 September 2025 13:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, melontarkan kritik keras terhadap kinerja PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) yang dinilai kurang maksimal.
Dalam rapat bersama jajaran direksi, Mufti menegaskan bahwa manajemen harus bertanggung jawab penuh atas pencapaian target bisnis, termasuk pangsa pasar domestik.
Mufti meminta direksi untuk berani mundur apabila target yang telah disampaikan kepada DPR tidak tercapai. “Kami minta roadmap yang jelas. Tahun 2026 berapa persen pangsa pasar, tahun 2027 berapa persen pangsa pasar. Kalau tidak tercapai, direksi sanggup tidak untuk mundur?” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Ia menilai Garuda masih menjadi beban bagi negara, meski sudah mendapatkan dukungan dana Rp6,65 triliun dari pemerintah. Namun, perbaikan kinerja keuangan maupun layanan disebutnya belum terlihat signifikan. Mufti mencontohkan insiden penerbangan GA313 rute Surabaya–Jakarta yang harus kembali ke bandara keberangkatan karena masalah mesin.
Selain itu, ia menyoroti penurunan pangsa pasar Garuda. Dari data yang dipaparkan direksi, trafik penumpang Garuda meningkat dari 11,4 juta pada 2023 menjadi 12,2 juta pada 2024. Meski begitu, pangsa pasar Garuda justru anjlok ke level 11,2% dari sebelumnya sebesar 11,6% lantaran pertumbuhan industri penerbangan nasional lebih tinggi.




























