Logo Bloomberg Technoz

Permintaan Lemah, Kredit Menganggur Capai 22,7% dari Plafon

Sultan Ibnu Affan
17 September 2025 15:10

Gubernur Bi, Perry Warjiyo saat konfrensi pers RDG bulan Maret 2025. (Youtube Bank Indonesia)
Gubernur Bi, Perry Warjiyo saat konfrensi pers RDG bulan Maret 2025. (Youtube Bank Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memandang belum kuatnya pertumbuhan kredit karena masih rendahnya dari sisi permintaan. Hal ini dipengaruhi oleh sikap pengusaha yang melakukan aksi menunggu (wait and see) serta memilih lebih memanfaatkan dana internal yang pembiayaan usaha.

Indikator yang digunakan BI adalah masih tingginya undisbursed loan atau kredit yang sudah disetujui bank tetapi belum dicairkan debitur. Berdasarkan catatan BI, undisbursed loan mencapai 22,71% dari plafon kredit yang tersedia.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Juni 2025 total undisbursed loan mencapai Rp2.304 triliun atau meningkat 7,06% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2.152 triliun.


“Fasilitas pinjaman yang belum dicairkan masih cukup besar,” ungkap Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

BI mencatat rasio undisbursed loan tertinggi dicatatkan sektor industri pertambangan, jasa keuangan, dan perdagangan.