Pertamina Patra Niaga Borong 7 PROPER Emas 2025
Infografis Bloomberg Technoz
17 April 2026 15:26

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komitmen terhadap keberlanjutan kembali membuahkan hasil bagi Pertamina Patra Niaga. Dalam ajang PROPER 2025, perusahaan ini sukses meraih tujuh penghargaan PROPER Emas, sebuah pengakuan tertinggi atas kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang unggul dan inovatif.
Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi ke dalam operasional bisnisnya. Berbagai program inovasi sosial yang dijalankan di sejumlah wilayah operasional menjadi faktor utama keberhasilan ini.
Program-program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga secara langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Mulai dari kilang hingga terminal terintegrasi, pendekatan yang dilakukan terbukti mampu menciptakan dampak berkelanjutan.
Inovasi Sosial dari Kilang hingga Terminal
Di Kilang Cilacap, program MAMAKU SIGAP (Sistem Integrasi Pengelolaan Lingkungan Kawasan Pesisir) hadir sebagai solusi terpadu. Program ini berfokus pada pemberdayaan kelompok rentan seperti mantan PMI, mantan ABK, buruh, hingga perempuan prasejahtera.
Sementara itu, Kilang Plaju mengembangkan program Belida Musi Lestari yang bertujuan melindungi ikan endemik Belida. Inisiatif ini juga mendorong praktik perikanan berkelanjutan serta membangun ekosistem ekonomi yang mandiri bagi masyarakat sekitar.
Di Kilang Balongan, program BERBISIK (Berdaya, Berkolaborasi, Inklusif, Inovasi, dan Karya) menjadi contoh nyata pemberdayaan berbasis kolaborasi. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Pada sektor terminal, pendekatan serupa juga diterapkan. Integrated Terminal Jakarta menjalankan program Sunterpreneur yang memberdayakan masyarakat melalui usaha kuliner, khususnya bagi ibu rumah tangga dan lansia di Kelurahan Sunter Jaya.
Di Integrated Terminal Semarang, program Lawang Cemoro hadir sebagai solusi pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga. Pendekatan yang digunakan menggabungkan aspek sosial, kesehatan, dan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Integrated Terminal Surabaya mengembangkan Lentera Pagesangan. Program ini berfokus pada pengelolaan lingkungan bantaran sungai serta penguatan ekonomi sirkular berbasis komunitas.
Tak hanya itu, kontribusi juga datang dari anak usaha PT Polytama Propindo melalui program Re-Di (Recycle by Difabel). Inisiatif ini membuka peluang bagi penyandang disabilitas melalui pengelolaan sampah sekaligus produksi kaki palsu terjangkau.
Seluruh rangkaian program tersebut mempertegas bahwa keberhasilan perusahaan tidak semata diukur dari sisi bisnis. Penghargaan PROPER Emas 2025 menjadi pengakuan atas implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan secara konsisten.
Dengan capaian ini, Pertamina Patra Niaga semakin mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan energi yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga berperan aktif sebagai agen perubahan bagi keberlanjutan di Indonesia.
(Infog/tim)
























