Logo Bloomberg Technoz

Menyusuri Lorong Sempit di Pusat Jakarta

Andrean Kristianto
16 April 2026 19:43

Suasana pemukiman warga di Kebon Melati, Jakarta, Kamis (16/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana pemukiman warga di Kebon Melati, Jakarta, Kamis (16/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Jakarta menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan kepadatan penduduk tertinggi menurut catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Jakarta menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan kepadatan penduduk tertinggi menurut catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Data World Population Prospects 2025 menyebutkan Jakarta memiliki populasi 41,9 juta jiwa. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Data World Population Prospects 2025 menyebutkan Jakarta memiliki populasi 41,9 juta jiwa. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Jakarta mengambil alih posisi pertama yang sebelumnya dipegang Tokyo selama puluhan tahun. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Jakarta mengambil alih posisi pertama yang sebelumnya dipegang Tokyo selama puluhan tahun. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sedangkan berdasarkan Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025, jumlah penduduk Provinsi DKI Jakarta tercatat 10.881.514 jiwa.

Sedangkan berdasarkan Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025, jumlah penduduk Provinsi DKI Jakarta tercatat 10.881.514 jiwa.

Jumlah tersebut terdiri atas 5.461.158 laki-laki dan 5.420.356 perempuan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Jumlah tersebut terdiri atas 5.461.158 laki-laki dan 5.420.356 perempuan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 129.000 jiwa dibanding periode sebelumnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 129.000 jiwa dibanding periode sebelumnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Struktur demografi Jakarta menunjukkan kelompok usia produktif (15–64 tahun) mendominasi dengan persentase 71,26%. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Struktur demografi Jakarta menunjukkan kelompok usia produktif (15–64 tahun) mendominasi dengan persentase 71,26%. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Suasana pemukiman warga di Kebon Melati, Jakarta, Kamis (16/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Jakarta menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan kepadatan penduduk tertinggi menurut catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Data World Population Prospects 2025 menyebutkan Jakarta memiliki populasi 41,9 juta jiwa. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Jakarta mengambil alih posisi pertama yang sebelumnya dipegang Tokyo selama puluhan tahun. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sedangkan berdasarkan Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025, jumlah penduduk Provinsi DKI Jakarta tercatat 10.881.514 jiwa.
Jumlah tersebut terdiri atas 5.461.158 laki-laki dan 5.420.356 perempuan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 129.000 jiwa dibanding periode sebelumnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Struktur demografi Jakarta menunjukkan kelompok usia produktif (15–64 tahun) mendominasi dengan persentase 71,26%. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Jakarta menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan kepadatan penduduk tertinggi menurut catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Data World Population Prospects 2025 menyebutkan Jakarta memiliki populasi 41,9 juta jiwa.

Dhaka di Bangladesh memiliki penduduk sebanyak 36,6 juta jiwa, sedangkan Tokyo di Jepang tercatat 33,4 juta orang. Jakarta mengambil alih posisi pertama yang sebelumnya dipegang Tokyo selama puluhan tahun.

Sedangkan berdasarkan Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025, jumlah penduduk Provinsi DKI Jakarta tercatat 10.881.514 jiwa, terdiri atas 5.461.158 laki-laki dan 5.420.356 perempuan. Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 129.000 jiwa dibanding periode sebelumnya.

Struktur demografi Jakarta menunjukkan kelompok usia produktif (15–64 tahun) mendominasi dengan persentase 71,26%. Kondisi ini mencerminkan potensi bonus demografi yang dapat menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi dan sosial di Jakarta.

(dre)