Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Tim Riset Bloomberg Technoz
17 April 2026 15:15

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah mencatatkan kinerja yang buruk pada pekan ini. Dalam penutupan perdagangan, rupiah merosot 0,32% ke level terendah baru dan tercatat menjadi yang terlemah sepanjang masa. 

Pada perdagangan Jumat (17/4/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di Rp17.190/US$. Pelemahan ini menegaskan kembali kerentanan rupiah yang tertekan akibat memburuknya persepsi risiko di tengah ketidakpastian global saat ini. 

Rupiah melemah mencapai titik terendah baru di level Rp17.193/US$ pada Jumat (17/4/2026). (Bloomberg)

Rupiah tidak melemah sendiri. Sore ini hampir semua mata uang Asia berbalik arah dan melemah di zona merah. Baht Thailand tergerus paling dalam 0,45%, disusul rupiah 0,33%, won Korea Selatan 0,24%, dan peso Filipina 0,14% serta yen Jepang 0,12%. 


Hanya rupee India yang bisa mempertahankan posisi rebound dengan penguatan 0,41% lantaran bank sentral India menahan perusahaan kilang minyak agar tidak membeli valuta asing di pasar spot, melainkan melalui fasilitas kredit khusus.   

Pergerakan mata uang di pasar Asia berbalik arah pada hari terakhir perdagangan pekan ini (17/4/2026). (Bloomberg)

Harga minyak mentah jenis Brent masih dibanderol US$98,51 per barel. Namun, indeks dolar AS sedikit menguat 0,02% meski masih di level 98,23. Ketidakpastian akan gencatan senjata menyebabkan pasar negara berkembang tertekan.