Bunga Masih Tinggi, Penyaluran Kredit Bank Lesu
Sultan Ibnu Affan
17 September 2025 14:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan penyaluran kredit perbankan belum kuat. Salah satu penyebabnya adalah suku bunga kredit yang masih tinggi.
BI mencatat pertumbuhan kredit pada Agustus adalah 7,56% secara tahunan. Lebih tinggi ketimbang Juli yang sebesar 7,03% tetapi belum cukup kuat.
"Belum kuatnya perkembangan kredit dipengaruhi oleh sikap menunggu, wait and see. Kemudian suku bunga yang tinggi dan lebih besarnya penggunaan dana internal untuk pengembangan usaha," ungkap Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam jumpa pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi September, Rabu (17/9/2025).
Salah satu indikator belum kuatnya permintaan kredit, lanjut Perry, adalah rasio pinjaman yang belum tersalurkan atau undisburse loan. Per Agustus, nilai undisburse loan mencapai Rp 2.372,1 triliun. Angka ini setara dengan 22,7% dari plafon kredit yang tersedia.
"Rasio undisburse loan terbesar tercatat di industri, pertambangan, jasa dunia usaha, dan perdagngan. Berdasarkan jenis, rasio tertinggi ada di Kredit Modal Kerja," sebut Perry.































