Desentralisasi Finansial Tengah Goyah Efek Hacker & Tingkat Bunga
News
17 April 2026 15:15

Muyao Shen-Bloomberg News
Bloomberg, Sistem keuangan yang terdesentralisasi atau DeFi, yang pernah menjadi salah satu bidang paling dinamis dalam industri aset digital, kini berada di bawah tekanan dari hampir segala arah. Selain penurunan imbal hasil di beberapa produk pinjaman, hingga setara dengan obligasi pemerintah federal AS, juga terdapat aksi peretasan bernilai US$285 juta (sekitar Rp4,89 triliun).
Aksi hacker ini dilakukan oleh kelompok yang diduga mendapat dukungan dari Korea Utara, hingga menyulut keraguaan perihal keamanan. Industri ini kerap mengeklaim bahwa mereka sudah ada pada titik kematangan.
Pasar pinjaman menunjukkan ketegangan tersebut. Di Aave, platform pinjaman terdesentralisasi terbesar dengan simpanan sekitar US$26 miliar, suku bunga USDT — token yang dipatok terhadap dolar AS dan banyak digunakan — telah turun menjadi sekitar 2,45%. Dengan suku bunga acuan Federal Reserve antara 3,5% dan 3,75%, bahkan investasi tradisional yang paling konservatif kini menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
DeFi pernah menarik gelombang modal spekulatif dengan imbal hasil dua hingga tiga digit. Kini, dengan beberapa produk terpopulernya yang memberikan imbal hasil lebih rendah dari obligasi pemerintah — serta risiko keamanan yang dapat menghapus modal pokok dalam semalam — DeFi menjadi lebih sulit dijual, bahkan ketika produk yang lebih kompleks dapat menawarkan imbal hasil kompetitif.
































